Minggu, 10 Agustus 2008

ACUNGAN DUA JEMPOL KEPADA MENKES SITI FADILAH

Waktu itu saya iseng2 nonton acara di TVRI, entah acara apa saya lupa. Siti Fadilah saat konferensi WHO dunia menunjukkan kekecewaannya terhadap sikap neo-kapilatisme dan kemunafikan di WHO terutama pada pertukaran virusnya.
Dia mengatakan kekecewaannya karena virus h5n (flu burung) yang kita kirimkan ke WHO ternyata oleh mereka diberikan ke industri di Amerika dan menjual vaksinya ke Indonesia dengan harga tinggi. Dan karena itu Indonesia akan mengancam tidak akan memberi lagi segala jenis virus, dan akan berusaha membuat penangkalnya sendiri. "Enak saja .. rakyat saya menjadi korban flu burung hingga banyak yang mati, kita berikan virusnya, ehh perusahaan Farmasi Amerika yg enak-enakan dapat untung". Indonesia adalah negara dgn penderita flu burung terbanyak termasuk juga variannya.
Beliau juga menceritakan kejadian saat pertama kalinya virus cacar ditemukan oleh seorang belanda yg bekerja di lembaga eickmann di Kalimantan. Cacar akhirnya mewabah di dunia setelah akhirnya vaksinnya ditemukan oleh Biofarma di Indonesia (hebat kan?). Akhirnya tahun 1974 dunia dinyatakan bebas virus cacar (saya dengernya small fox, bener ga tulisannya?) dan atas kebijaksanaan WHO, tidak boleh negara di dunia yang "menyimpan" virus tersebut. Akibatnya Biofarma dibakar dan dihancurkan, habis, bersih atas permintaan WHO.
Tapi ... eng ing eng ... Tahun 2005, salesman vaksin negara maju datang ke negara kita (bertemu dengan menkes) memberikan suatu proposal bahwa saat ini ada ancaman senjata biologis dengan bahan baku modifikasi small fox (cacar) yang bila dalam ruang tertutup seperti Mall, hanya dengan satu semprotan hairspray-nya, dalam hitungan detik seluruh orang yang berada di tempat itu akan mati. Dia (nebeng WHO) juga menawarkan pembayarannya lewat utang, dan tentu saja ditolak oleh menkes yang menurut beliau lembaga itu sekarang memanfaatkan selogan "demi kemanusiaan" tetapi ujung-ujungnya DUIIIIIIIIIIIT (DASAR KAPITALIS !!!).
baca: http://www.itb.ac.id/news/1997.xhtml