Sekali lagi saya takjub dengan para pendiri bangsa ini. Lihat saat pertama kali Pancasila, terutama sila pertama, dirancang. Waktu itu berbunyi:
"Ketuhanan dengan Menjalankan Syariat Islam bagi Para Pemeluknya"
Sepertinya mereka sudah memperkirakan kondisi Islam di era yang akan datang.
Akhirnya atas saran Drs. M. Hatta, karena desakan wilayah Timur yang akan memisahkan diri dari Indonesia karena tidak setuju dengan sila pertama itu (banyak juga yang non muslim) akhirnya diganti menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa".
Dan ternyata akibatnya dapat kita lihat saat ini banyak dijumpai aliran - aliran Islam yang tidak sesuai syariat sehingga mengakibatkan perpecahan (efek dari jumlah umat Islam yang banyak). Untuk yang beraliran "sabar" tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah untuk yang beraliran keras sejenis FPI. Misalnya, terhadap aliran Ahmadiyah yang menurut mereka menyimpang dari syariat Islam.
Ketersinggungan FPI adalah saat peringatan ulang tahun PANCASILA yang diadakan di monas yang mungkin menurut pihak FPI bukan merayakan ulang tahun PANCASILA tapi merayakan ulang tahun sila pertama Pancasila.
Ketegangan terasa lebih parah setelah pihak NU (terutama Jawa Timur) akan menyerang markas FPI di Jakarta. Pihak FBR yang merasa "tuan rumah" merasa harus melindungi saudaranya yang tinggal dan sudah beberapa kali bersama - sama memberantas kemaksiatan.
Sayangnya, pihak NU tidak memandang FBR (Betawi Rempug) dan dianggap "tidak sopan" ber buat di kampungnya "si pitung". Sehingga FBR tentu saja akan "bereaksi".
CATEGORY / KATEGORI
Selasa, 10 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar